E-Learning baru yang dikembangkan oleh tim internal UMMI ini masih terbulang cukup sederhana, masih cukup jauh apabila dibandingkan dengan software e-learning lainnya seperti moodle, chamilo, apalagi Google Classroom.
Kenapa membangun e-learning sendiri dan tidak menggunakan sofrware opensource yang sudah ada?
Jawabannya adalah karena pertimbangan sulitnya mengembangkan software opensource yang sudah begitu kompleks apalagi dengan minimnya SDM internal saat ini, sehingga membangun e-learning sendiri dianggap lebih mudah dalam proses pengembangan dan pengintegrasian dengan sistem yang sudah ada seperti Sistem Informasi Akademik dan Keuangan (SIAK).
Dengan membangun sendiri juga lebih mudah mengakomodir permintaan penambahan fitur dari pengguna, karena di perjalanannya pasti banyak permintaan penambahan fitur yang saat ini belum ada dan belum terakomodir oleh software opensource.
Kenapa tidak menggunakan Google Classroom?
Selain dari faktor yang sudah disebutkan diatas, meskipun Google Classroom sangat powerful tetapi tidak bisa di klaim sebagai e-learning milik sendiri, karena Google Classroom adalah milik Google, sehingga ketika diadakan akreditas baik program studi ataupun institusi, maka Google Classroom tidak akan diakui sebagai e-learning, dan nilai untuk poin tentang e-learning nya bisa menjadi nol.
Semoga dengan adalanya e-learning baru ini bisa mempermudah semua pihak, baik itu kegiatan belajar mengajar oleh dosen dan mahasiswa, pengembangan sistem oleh bagian IT, serta efesiensi anggaran oleh lembaga.