Kurikulum Panduan E-Learning UMMI Untuk Dosen

Pendahuluan

Learning Management System

Learning Management System (LMS) atau sering disebut e-learning merupakan sistem pembelajaran (daring atau luring) yang harus ada di setiap perguruan tinggi di Indonesia. Dengan adanya e-learning ini diharapkan mampu membantu proses belajar mengajar para mahasiswa dan dosen baik itu daring (online) maupun luring (offline). Pada saat COVID-19 di Indonesia saat itu, e-learning menjadi solusi untuk semua bidang dunia pendidikan, karena harus melakukan proses belajar mengajar dirumah, sehingga e-learning ini menjadi solusi untuk tetap bisa melakukan kegiatan belajar mengajar, termasuk di kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

 

Tim Internal UMMI dari UPT SIM akhirnya mengembangkan e-learning sederhana, dengan tujuan agar mahasiswa dan dosen bisa melakukan proses belajar mengajar di sistem internal kampus. Aplikasi e-learning ini masih dalam tahap pengembangan dan akan selalu dikembangkan untuk bisa memenuhi semua kebutuhan. Dan jika dibandingkan dengan software e-learning lainnya seperti Moodle, Chamilo, dan Google Classroom, ini masih berbeda jauh.

 

Alasan Mengembangkan e-learning Secara Mandiri

 

Karena pertimbangan sulitnya mengembangkan software opensource yang sudah begitu kompleks apalagi dengan minimnya SDM internal saat ini, sehingga tim internal UMMI memutuskan untuk membangun sendiri e-learning menggunakan platform yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan lebih fleksibel ketika dikembangkan kedepannya, selain itu e-learning yang dikembangkan sendiri ini lebih mudah untuk proses INTEGRASI dengan sistem yang lain, seperti SIAK (Sistem Informasi Akademik dan Keuangan).

 

Kelebihan Mengembangkan e-learning Secara Mandiri

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, aplikasi e-learning yang sampai sekarang masih dikembangkan ini bisa memiliki kelebihan, diantaranya :

  1. Lebih mudah mengakomodir permintaan fitur baru sesuai kebutuhan kampus
  2. Bisa membuat sendiri fitur yang dimana fitur tersebut tidak ada pada aplikasi e-learning umum (moodle, chamilo, google classroom)
  3. Lebih efisiensi dalam anggaran lembaga untuk menyediakan aplikasi pembelajaran
  4. Menyesuaikan kebutuhan baik pengguna maupun kampus

 

Semoga dengan adalanya sistem e-learning ini bisa membantu proses belajar mengajar dan membantu memudahkan pengguna, seperti mengirimkan dan mengumpulkan tugas, ujian daring, membagikan materi pembelajaran, dan lain sebagainya